Geopolitik Energi

September 25, 2007

SOEHARTO, DEWAN JENDERAL, CIA, DAN G-30-S

Legacy of Ashes: The History of the CIA


Feet to the Fire: CIA Covert Operations in Indonesia, 1957-1958 (Special Warfare Series)

Subversion As Foreign Policy: The Secret Eisenhower and Dulles Debacle in Indonesia

e-mail dari seorang teman:

Kesaksianku

tentang

G30S

Sejarah: Soebandrio; Kesaksianku

Author: pinguman

Published: 2005/7/16


Soebandrio;


BAB I: PROLOG G-30-S

BAB II: GERAKAN YANG DIPELINTIR

BAB IIIA: KUASA BERPINDAH

BAB IIIB: BIO-DATA & KUASA BERPINDAH

KOMENTAR


May 6, 2007

BUNG KARNO DAN MINYAK

Sabtu, 05 Mei 2007
Bung Karno Vs Tiga Besar (1) (http://www.kompas.com/kompas-cetak/0705/05/utama/3492019.htm)

Pada awal 1960-an minyak mencakup seperempat dari total ekspor RI. Industri ini didominasi multinational corporation atau MNC yang menanam modal 400 juta dollar AS dan diperkirakan melonjak ke satu miliar dollar AS tahun 1965.

Caltex Amerika Serikat (AS) menguasai 85 persen ekspor, Stanvac (AS) 5 persen, dan Permina 10 persen. Tahun 1963 total ekspor RI 94 juta barrel per tahun atau 1,7 persen dari konsumsi dunia.

Ekspor minyak dikuasai Shell (Belanda) yang per tahunnya 43 juta barrel—sementara Stanvac 10 juta barrel. Penerima terbesar adalah AS, Jepang, dan Australia.

Sejak tahun 1951, Bung Karno (BK) membekukan konsesi bagi MNC dan memberlakukan UU Nomor 44 Tahun 1960. UU ini menegaskan, “Seluruh pengelolaan minyak dan gas alam dilakukan negara atau perusahaan negara.”

Create a free website or blog at WordPress.com.