Geopolitik Energi

June 6, 2007

ENERGY SECURITY DAN DCA SINGAPURA-INDONESIA (new!!)

JALUR PIPA DAN SUMBER MIGAS
Selain jalur pelayaran strategis, wilayah DCA tersebut sangat dekat (ataupun tepat di atas) dengan wilayah kaya migas dan jalur pipa migas dari pulau Sumatera-Singapura dan Natuna-Singapura.

Jika kita memperhatikan seksama atas Area Alpha-1 dalam DCA, di wilayah tersebut sebenarnya terdapat pipa migas dari Sumatera ke Singapura.

pipa-gas-singapura.gif

Pipa tersebut menyalurkan gas untuk kebutuhan Gas Supply Pte Ltd, sebuah anak perusahaan Singapore Power. Pertamina menjual (dasar tukang jual melulu ke luar negeri! Gak peduli dalam negeri!) ke Singapura dengan kontrak selama 20 tahun. Melalui pipa sepanjang 500 km, Pertamina mulai menjual gas ke Singapura pada pertengahan tahun 2003 (katanya lho!) dengan target pertama penjualan 150 juta cubic feet per day (mmcfd), yang diharapkan menjadi 250 mmfcd pada tahun 2009. Dengan hitungan pada nilai kontrak saat itu, hasil penjualan ini diharapkan dapat meraup keuntungan sebesar 9 Miliar USD dalam jangka waktu kontrak.

Sembari melihat peta, gas dalam pipa migas ini untuk Singapura disuplai dari tiga lapangan migas di Sumatera Selatan. Ketiga lapangan tersebut adalah Blok Jabung (operator Santa Fe – Amerada Hess – Kerr-McGee), Blok corridor (operator Gulf Resoucers), dan Blok South Jambi B.

Lalu, bagaimana dengan Area Alpha-2 dan Bravo dalam DCA? Ya..gak jauh-jauh juga. Lagi-lagi urusannya dengan migas dan pipa penyalurannya. Dua area ini terkait penyaluran gas dari wilayah Natuna ke Singapura! Anak TK aja sebenarnya tahu kok.

pipa-gas-singapura3.gif

Pada tanggal 15 Januari 2001, Pertamina dan SembCorp Gas Pte Ltd merayakan pengiriman pertama gas alam; satu tahun setelah ditandatanganinya Gas Sales Agreement (GSA). Yang hadir dalam perayaan tersebut saat itu adalah Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong dan Presiden RI Abdurrahman Wahid.

Di dalam GSA, Indonesia harus mensuplai 325 juta standard cubic feet per day (mmscfd) melalui pipa sepanjang 656 km dari lapangan migas Natuna Barat ke Pulau jurong, Singapura dalam jangka waktu 22 tahun. Target keuntungan dari penjualan gas ini diharapkan mencapai 8 Miliar USD.

Operator migas yang terlibat bersama Pertamina dalam kontrak ini adalah Conoco Indonesia (Blok B Natuna Barat), Gulf Indonesia Resources (Blok Kakap), dan Premier Oil Natuna Sea Ltd (Blok A Natuna).

Kepentingan Singapura atas pasokan gas alam dari Natuna ini demi tenaga listrik dan industri petrokimia Singapura. Senang dangan kiriman Indonesia, CEO SembCorp Wong Kok Siew menyatakan: “With the early delivery of natural gas from Indonesia to Singapore, we are able to fulfill our commitment to our customers ahead of schedule, and also be able to add value through additional cost savings this early delivery brings. As a pioneer in this industry, I believe that SembGas will yield good returns for our investors, add value to customers and play a significant part in shaping and contributing to the development of the gas industry in Singapore.”

Advertisements

10 Comments »

  1. aku share/embed yaaaaaaaaaa ……. iyaaaaaaaaaaaa

    Comment by gertak.or.id — July 5, 2007 @ 3:53 am | Reply

  2. Negara kita sebenarnya banyak orang pinternya tapi management pemerintahan yang tidak solid (rentan, mudah disuap, diadudomba) membuat kita sering dikibuli, ditipu, dicuri, dijajah negara lain. Ini sejak jaman kerajaan-kerajaan. Kita sendiri yang harus mengubah mental dan akhlak kita agar menjadi bangsa yang solid sehingga disegani negar-negara lain.
    Mengomentari tulisan di atas, mohon kepada Bapak-bapak “decision maker” amat sangat berhati-hati apabila membuat perjanjian dengan Singapura. Negara ini sangat licik dan tidak punya hati dan yang paling berbahaya bagi Indonesia adalah dia tahu oknum kita mudah disuap dan dia punya senjata untuk melakukan itu.
    Kumpulkan tim personnel brilliant dan anti suap dari segala unsur ditambah diplomat-diplomat ulung. Kita harus percaya diri kita bisa berdiri sama tinggi dengan negara lain. Tak ada satu negara asing pun yang boleh mendikte, memaksa, menyuap, mengganggu, mencuri, menghina ataupun ikut mengontrol negara kita.

    Comment by 070707 — July 14, 2007 @ 5:57 pm | Reply

  3. kita sebenarnya harus mendukung pemerintahan kita,agar bisa berjalan dengan baik dan tidak tertunda-tunda. kita sebagai warga negara yang memiliki wilayah yang cukup luas yang tidak mudah untuk dijaga. kita pasti membutuhkan tempat dan fasilitas yang sesuai dengan kondisi di dunia khususnya kondisi pertahanan di indonesia tercinta..
    Seharusnya kita menyetujui kerja sama antara indonesia dan singapura agar kita bisa belajar bersama dan bertukar pikiran mengenai strategi pertahanan negara.tapi intinya pemerintah indonesia pintar membaca pergerakan yang dilakukan negara asing yang mau berkerja sama.kita harus bisa memanfaatkan kesempatan ini (habis manis sepah dibuang)..!!itu baru namanya politik BOS..!!Saya yakin negara indonesia bisa lebih maju lagi,agar tidak di bodohi seperti sekarang ini..!

    Comment by dinda — July 20, 2007 @ 7:54 pm | Reply

  4. pemerintah seharusnya konsultasi dulu dengan pemda setempat. kalau seperti ini kan repot.nelayan mau melaut dimana? anak istrinya mau diberi makan apa?

    Comment by kieeeeeee — July 21, 2007 @ 12:10 pm | Reply

  5. HATI-HATI DIBELAKANG SINGAPURA ADA AMERIKA DAN ISRAEL(ZIONIS)MEREKA PUNYA MAKSUD TERTENTU.JANGAN SAMPAI NEGARA KITA DIJADIKAN KAMP MILITER MEREKA….WASPADALAH…WASPADALAH…….

    Comment by kieeeeeee — July 21, 2007 @ 12:18 pm | Reply

  6. semoga…semoga..semogaa… kita tetep dan makin merdeka…

    Comment by dedy — August 22, 2007 @ 9:55 am | Reply

  7. ok ni

    Comment by rio — August 29, 2007 @ 3:13 pm | Reply

  8. ya..emang dasar pejabat indonesia rentan ma duit…
    padahal setiap keputusan mereka sangat sensitif…

    sebentar lagi kalo tidak ada action apa2 terhadap kondisi pelabuhan kita yang dibilang ga aman ma negeri paman sam sana, bisa bisa kita makin ga berdaya karena tiap mo export import jadi 100 persen dikendalikan oleh kelurahan singapura.

    singapura yang sedari kecilnya (red: awal berdirinya) sudah dididik untuk mendikte perdagangan Indonesia dengan kata lain mengendalikan jalur perdagangan dunia-indonesia. Dan ini sudah di awali sejak jaman perdagangan arab-india ke Indonesia dahulu kala. Inggrislah dibelakang singapura….

    sekarang singapura yang makin bernafsu menguasai aset strategis, dari mulai telekomunikasi, pelabuhan, jalur udara, dan sekarang coba dikit2 untuk unjuk gigi kekuatan angkatannya…

    fiuh…cape mikirin negara ini….

    Comment by jack — September 10, 2007 @ 3:15 pm | Reply

  9. ya..ya..ya.. begitulah watak para pemimpin di negeri kita, pada “kemaruk” dan ga memprioritaskan rakyat. padahal jelas-jelas klo daerah yang digunakan buat latihan militer adalah daerah pemukiman warga. bayangkan klo selama 25 hari dalam sebulan warga ga bisa merasakan yang namanya keamanan karena ada orang asing yang lagi latihan perang. belum lagi klo ngebayangin gimana kondisi daerah itu nanti setelah 25 th?? wowww…limbah perang pasti banyak buangeeetttt!!! bisa jadi kita bakal mudah nemuin dinamit ato bom yang masih aktif pas lagi jalan2. iiihhh…atut..!!

    Comment by indah — April 12, 2008 @ 1:24 pm | Reply

  10. emang tanah air qt arena perang enak aja..latian perang di Singapor ja skalian agresi ksana..biar mrk tao air tenang g slmx dangkal..

    Comment by gadiz — January 24, 2009 @ 5:16 am | Reply


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: