Geopolitik Energi

April 12, 2007

MINYAK DAN UMAT ISLAM

Takdir Umat Islam

Saya sempat bertemu seorang analis industri migas. Dia sempat berseloroh, “Dimana ada umat Islam sujud, di situ ada sumber energi (minyak) yang sangat luar biasa.” Kali pertama mendengar pernyataan tersebut, saya belum bisa memahami apa yang dimaksud oleh teman saya tersebut. Apa maksud dari teman saya itu?

Greatest Oil Reserves by Country

islam-minyak.jpg

Jawabannya, jika di depan kita terhampar peta bumi, sangat terlihat jelas bahwa secara umum negara-negara pemilik/penghasil minyak adalah negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim.

world-oil-reserve.jpg

Jika semua orang sadar, sangat jelas bahwa umat Islam ditakdirkan berada di wilayah yang memiliki sumber daya alam yang melimpah, khususnya minyak. Tapi, apakah umat Islam di dunia sadar atas hal ini? Tidak.

 

Kekuatan untuk mengontrol dunia sebenarnya terletak di negara-negara yang berpenduduk mayoritas muslim. Kenapa? Karena negara-negara itulah ditakdirkan memiliki sumber daya alam yang melimpah ruah; terutama pertambangan.

 

Apa yang terjadi? Kesadaran pentingnya minyak ternyata ada di negara-negara maju, terutama Amerika Serikat. Mereka sadar bahwa akan berhadapan dengan umat Islam di dunia, ketika berusaha mengkooptasi secara geopolitik dan geostrategis atas sumber-sumber minyak penting di dunia.

 

Apa yang mereka lakukan? Walhasil, pihak negara maju melakukan apa pun untuk menguasai sumber-sumber minyak penting di dunia. Segala cara dilakukan; operasi intelijen ekonomi hingga perang seperti perang Iraq dan Afghanistan. Berkat operasi intelijen mereka, negara-negara yang mayoritas muslim pun “dicap” sebagai sarang teroris (lihat gambar). Perang antiterorisme pun dicanangkan.

nic_globaltrends2020_radical_islamic_activities.gif

Dengan strategi global pencanangan perang antiterorisme, dengan mudah negara-negara maju “mencaplok” dengan penempatan pasukan-pasukan mereka. Negara-negara “dunia ketiga” pun cuman melongo. Tanpa disadari negara-negara mayoritas muslim, negara-negara maju pun menguasai wilayah sumber minyak.

us-military-bases-2001-03.jpg

Akhirnya, penempatan basis-basis militer maju pun tidak jauh-jauh dari sumber minyak. Alasan penempatan basis-basis militer itu demi “mencegah” atau “meminimkan” gerakan teroris. Alasan seperti itu sangat bohong belaka. Semua penempatan pasukan mereka tidak jauh-jauh demi pengamanan sumber minyak dunia (lihat gambar). Jika tak percaya dengan tulisan ini, silahkan cek sisi geopolitik dan geostrategi atas penempatan pasukan tersebut. Jika semuanya ternyata demi minyak dan bukan antiterorisme, lalu siapa sebenarnya teroris itu?

Advertisements

9 Comments »

  1. Bagus anilis ini, aku suka. beMP!

    Comment by beMuslim — April 22, 2007 @ 5:46 pm | Reply

  2. saya kink ke MP ya….

    Comment by beMuslim — April 22, 2007 @ 5:48 pm | Reply

  3. Menarik menghubungkan minyak dng Islam,
    Tetapi perlu dilihat secara kronologis.
    Minyak menjadi idola di dunia ini sejak awal 19 saja. Sebelumnya, minyak bumi bukanlah hal yg dianggap berharga. Minyak tidak diperebutkan sebagai barang langka berharga sebelum abad 19. Sedangkan Islam yg lebih banyak dikenal) ada sejak abad ke 7. Itupun terlalu cenderung ke Arab dan sekitarnya. Menghubungkan Islam dengan minyak jangan terlalu buru-buru bahwa Islam berkonotasi Arab juga jangan ke minyak. Nanti minyak habis, Islamnya mau kemana lagi ?
    Mempelajari Islam pun harus dimulai sejak awal. Sejak Adam (mboh kapan Nabi Adam ini muncul). Bahkan kalau percaya Islam itu rahmatan lil alamin, maka umat Islam harus mempelajari seluruh alam ini.
    Sejak sebelum BIGBANG !

    Comment by Rovicky — May 6, 2007 @ 4:33 pm | Reply

  4. Coba tengok tulisan yg bisa membahayakan akidah ini :

     Takdir Umat Islam
    Saya sempat bertemu seorang analis industri migas. Dia sempat berseloroh, “Dimana ada umat Islam sujud, di situ ada sumber energi (minyak) yang sangat luar biasa.” Kali pertama mendengar pernyataan tersebut, saya belum bisa memahami apa yang dimaksud oleh teman saya tersebut. Apa maksud dari teman saya itu?

    Apa iya kalau bersujud maka akan ada minyak ?
    Karena takdir atau karena usaha (ikhtiar)?

    Comment by Rovicky — May 7, 2007 @ 8:26 am | Reply

  5. Maksudku, takdir itu kan salah satu akidah dalam Islam. Masuk dalam rukun iman (keyakinan). Lah kalau menganggap dimana ada minyak disitu ada minyak dan itu adalah takdir saya kawatir aja malah menjadikan distribusi Islam hanya utk daerah minyak.

    Ada satu contoh menarik adalah minyak yang di Gulf of Mexico ini dipercaya jumlahnya suangat buanyak. Namun ini lebih disebabkan oleh buanyaknya penelitian (ikhtiar atau usaha) dalam eksplorasi.

    Minyak di jazirah Arab itu baru muncul setelah sekitar tahun 1940-an. Jauuh dibelakang minyak di Indonesia diketemukan di Talaga Said (Sumatra Utara) tahun 1890-an. Bahkan sbelumnya Jazirah arab ini justru daerah tandus. Nah kalau anda lihat jumlah jamaah haji yg ke Makkah dari tahun ke tahun, maka anda bisa cerita banyak. Sayangnya aku lupa dimana lihatnya. Bukuku banyak di Jkt. Tapi sepintas terlihat adanya peningkatan jumlah jamaah haji beberapa tahun setelah 1950-an . Ntah karena pasca PDII atau karena minyak ? Yang pasti PDII bukan perebutan soal minyak 🙂

    Comment by Rovicky — May 8, 2007 @ 10:41 am | Reply

  6. Assalamualaikum wr wb,

    Tulisan dan analisis bagus, membangun kesadaran mengenai pentingnya penguasaan dan permanfaatan sumber daya sendiri.

    Saya ingin kasih komentar sedikit tentang Indonesia.

    1. Indonesia –saya kira– tidak bisa dikategorikan sebagai memiliki “kekayaan tamnbang yang luar biasa, termasuk migas” (h. 4). Dibanding banyak negara-negara lain di dunia, kekayaan migas Indonesia kecil; bahkan sangat kecil bila kita mau membandingkannya per kapita. Jumlah penduduk kita terlalu besar, sehingga kekayaan yang “tidak besar-besar banget” itu menjadi kelihatan lebih kecil lagi. Anda sendiri sudah menunjukkan statistik bahwa Indonesia sebenarnya tidak kaya, bukan? (h. 3 “geatest oil reserves by country).

    2. Indonesia BUKAN pengekspr gas terbesar di dunia (h. 4). Kata statistik: Indonesia adalah pengekspor LNG (liquefied natural gas) TERBESAR di dunia, meskipun posisi ini akan segera merosot.
    Indonesia juga termasuk dalam jajaran pengekspor LPG (liquefied petroleum gas) yang cukup terbesar di dunia, tetapi hal ini pun akan segera berubah akibat maksud pemerintah menggantikan minyak tanah dengan LPG. Indonesia segera menjadi pengimpor LPG yang lumayan besar.

    Kata statistik lagi: Kanada mengekspor GAS (bumi) jauh lebih besar daripada Indonesia. Demikian pula, Rusia, Norwegia, Aljazair mengekspor gas yang lebih besar daripada yang dilakukan Indonesia.

    LNG (dan LPG) hanya merupakan bagian (kecil) saja dari yang namanya gas bumi. Apakah Indonesia akan menjadi pengekspor GTL (gas to liquid)? Lalu akan diapakan kekeyaaan NGL (natural gas liquid) Indonesia nanti? Wah, ini mungkin pertanyaan relevan soal masa depan gas Indonesia.

    Kekayaan gas bumi bumi Indonesia juga sebenanrnya “tidak besar-besar amat” apalagi bila di hitung per kapita. Bagaimanapun, itu anugerah yang harus kita syukuri dan manfaatkan (sendiri) dengan baik.

    Yang terjadi dengan Indonesia –dalam pandangan saya– adalah: kekayaan yang “tidak seberapa” itu masih lebih banyak digunakan untuk mensejahterakan negeri-negeri lain (ekspor) dibandingkan untuk memperkokoh diri sendiri. Membangun ketangguhan untuk memanfaatkan kekeyaan itu sebagai “driver” bagi pertumbuhan ekonomi dan kemampuan nasional adalah agenda yang -kita semua– harus sukseskan. Ini gampang diucapkan diucapkan, tapi sebenarnya butuh banyak tenaga untuk mewujudkannya.

    Sekian, saya yakin statistik yang saya sampaikan bisa dikonfirmasikan ke banyak sumber dan “expert” (atau Anda hanya “lupa” saja waktu menulis artikel itu).

    Selamat bekerja terus dan salam,
    Nugroho

    Comment by Nugroho — May 17, 2007 @ 7:20 am | Reply

  7. Mari, kita2 yang mengerti hal ini, berlomba-lomba menjadi pemimpin negeri ini dan mari kita keluar sebagai salah satu bangsa yang disegani..!!

    Comment by stealth_assassin — September 15, 2007 @ 8:53 am | Reply

  8. oh we didn’t care,we made it very clea. Anandi Hristina.

    Comment by Anandi Hristina — September 19, 2007 @ 11:16 pm | Reply

  9. betul2 kebetulan yang aneh dan menyenangkan, dimana banyak muslim sujud disitu ada banyak kekayaan alam. berdasarkan fakta yang ada, saya setuju. tapi, bukankah sekarang saatnya kita lebih banyak bekerja daripada berbicara, mari kita sambut akhir zaman dengan segala upaya maksimal kita. thx.

    Comment by kadaliztah — July 5, 2008 @ 5:03 pm | Reply


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: