Geopolitik Energi

April 11, 2007

KENAPA AS INCAR IRAN?

WILAYAH STRATEGIS SUMBER ENERGI IRAN

Lalu dimana lokasi sumber-sumber energi Iran tersebut? Wilayah strategis sumber energi Iran terbagi dua: wilayah yang kaya produksi minyak dan wilayah yang kaya produksi gas.Khusus minyak, wilayah strategis sumber energi Iran terletak di Iran bagian barat. Di kalangan intelijen energi, wilayah ini bernama Khuzestan. Wilayah yang mayoritas kaya akan kilang minyak (walau ada gas juga).

Khuzestan, Iran bagian Barat

khuzestan-iran.jpg

Sumber: www.dailykos.com

Wilayah Khuzestan, Iran bagian barat, memiliki sejarah panjang yang melibatkan kepentingan AS dan Inggris. AS dan Inggris tergiur atas kekayaan produksi minyak dari Khuzestan, yang diperkirakan mengandung minyak 100 miliar barrel.

Pada tahun 1897, Inggris memprovokasi orang-orang Khuzestan agar memisahkan diri dari Persia (Iran). Saat itu, secara de facto, wilayah ini menjadi protektorat Inggris dan berganti nama Arabistan. Pada tahun 1907, pengaruh Inggris benar-benar merasuki wilayah barat di Persia ini. Pada tahun-tahun berikutnya, petualang Inggris menemukan minyak di wilayah ini.

Minyak tersebut ditemukan di daerah Masjed Soleyman, masih di wilayah Khuzestan. Penemuan tersebut akhirnya menciptakan perusahaan minyak Anglo-Persian, yang kemudian bernama British Petroleum (BP). Pada tahun 1925, penguasa Persia saat itu Shah Reza mengerahkan pasukan untuk merebut kembali wilayah Arabistan. Arabistan pun kembali bernama Khuzestan. Tapi, pada saat Perang Dunia Kedua, Khuzestan kembali diduduki oleh pasukan Inggris.

Pasca Perang Dunia Kedua, pada tahun 1951, pemimpin nasionalis Mohammad Mossadegh sadar akan kekayaan minyak yang dikuasai oleh asing. Ia kemudian melakukan nasionalisasi industri minyak, dimana jantung industri minyak terletak di Khuzestan.

Pada tahun 1953, intelijen AS, CIA menumbangkan Mohammad Mossadegh. Operasi CIA tersebut dipimpin oleh Kermit Roosevelt, keponakan F.D. Roosevelt; nama operasi: Operasi Ajax. CIA pun memasang Shah Reza Pahlevi sebagai pemimpin Iran. Sejak itu, Khuzestan dibuka untuk perusahaan minyak AS, Standard Oil, milik Rockefeller.

Pada tahun 1954, mulai ada negoisasi pengelolaan minyak antara asing dan Iran. Pada tahun itu, National Iranian Oil Company mengadakan kerjasama dengan perusahaan asing dalam sebuah konsorsium. Minyak dan gas Iran pun akhirnya banyak mengalir ke AS; ke pelabuhan-pelabuhan San Fransisco, Houston, ataupun Los Angeles.

Ketidakpuasan ternyata tersimpan di hati rakyat Iran. Pada tahun 1978, para pekerja minyak di Khuzestan melawan Shah. Mereka mendukung revolusi Iran. Revolusi ini diam-diam didukung oleh Inggris. Inggris tak rela aset minyaknya jatuh ke pihak lain. Ayatollah Khoimeini pun “dipasang” sebagai pemimpin Iran.

Wilayah Khuzestan berdekatan dengan Irak. Saat melihat revolusi Iran adalah ancaman untuk perusahaan minyak Barat, Saddam Husein pun melakukan invansi ke Khuzestan pada tahun 1980. Aksi Saddam Husein itu didukung diam-diam oleh AS. Tapi, pada tahun 1982, pasukan Iran berhasil mengusir pasukan Irak keluar dari Khuzestan. Perang Iran-Iran saat itu tidak ada kaitannya perang antara kaum Sunni (Irak) dan Syiah (Iran). Kaum syiah Irak mendukung aksi Saddam Husein, seperti halnya kaum sunni Iran membela negaranya Iran. Alasan perang saat itu hanya satu: karena minyak dan diprovokasi AS-Inggris.

Pasca Perang Irak-Iran, yang menarik, pada Oktober 2004, Iran melakukan perjanjian jangka panjang senilai 100 miliar USD dengan perusahaan energi asal China, Sinopec dan Oil and Natural Corporation / ONGC (India) untuk mengembangkan lapangan gas di Yadavaran, wilayah Khuzestan. China? Bisa jadi ini yang membuat AS geram.

Itu sejarah panjang energi wilayah Khuzestan, Iran bagian Barat, yang kaya akan minyak. Lalu bagaimana dengan wilayah strategis Iran untuk gas alam? Menurut EIA, kandungan gas Iran mayoritas terdapat di tiga tempat, yakni Pars Selatan (280-500 Tcf kandungan cadangan gasnya dan 17 miliar barrel kandungan minyak), Pars Utara (50 Tcf), dan Kangan-Nar (23.7 Tcf). Tapi, yang menjadi sorotan dunia adalah Pars Selatan (South Pars).

Lokasi Pars Selatan

pars-selatan.jpg

Kilang Gas Pars Selatan dan Jalur Pipa ke Qatar

pars-selatan-pipa.jpg

Pengembangan kilang gas Pars Selatan merupakan proyek energi terbesar Iran. Proyek ini telah menarik investasi senilai 15 miliar USD. Jika pengembangan proyek Pars Selatan berhasil, Iran akan memperoleh hasil penjualan gas alam senilai 11 miliar USD dalam jangka waktu 30 tahun.

Foto-foto Kilang Gas Pars Selatan dan Presiden Iran Mohammad Khatami

foto-iran.jpg

Perusahaan energi yang terlibat dalam pengembangan proyek Pars Selatan ini diantaranya Gazprom (Rusia), Petronas (Malaysia), ENI, LG (Korea Selatan), dan Statoil (Norwegia). Hingga tulisan ini disusun, tidak ditemui perusahaan energi asal AS yang terlibat.

Advertisements

20 Comments »

  1. Yap saya kasih komentar … bagus mas …. saya suka anda analisis dan tlaten… saya mau link gimana caranya ya ke blog saya di WP. beMP!

    Comment by beMuslim — April 22, 2007 @ 12:25 pm | Reply

  2. Wow.. keren banget analisisnya……

    Comment by arul — May 4, 2007 @ 8:56 am | Reply

  3. Pak saya add di blogrollku yah….

    Comment by arul — May 4, 2007 @ 9:43 am | Reply

  4. gue dukung iran, indonesia tidak ada keberanian untuk mendkung ira, tapi gue baru denger berita bahwa OKI sepakat untuk dukung iran gue setuju banget. Analis anda keren banget, semoga iran tetap jaya.

    Comment by Deden Dani — May 18, 2007 @ 7:14 am | Reply

  5. analisa yang bagus, memang, minyak menjadi incaran negara-negara besar, mungkin kalau indonesia habis emasnya bukan tidak mungkin indonesia menjaji incaran negara penjajah itu, karena cadangan minyak indonesia dalam laporannya tidak selamanya benar dan akurat bayangkan saja seandianya setiap selat di indonesia bisa di gali emas hitamnya…

    Comment by asepwap — June 10, 2007 @ 2:45 pm | Reply

  6. Analisa yang berani dan bagus 🙂

    Comment by cecepswp — July 7, 2007 @ 8:28 am | Reply

  7. Analis yang bagus. AS ngincar iran karena ingin dominasi sumber minyak. rusia juga mempunyai ambisi yang sama, Amerika akan berbenturan kepentingan dengan rusia terutamna sekali di laut kaspia

    Comment by yogi — July 12, 2007 @ 7:35 am | Reply

  8. aslm, mas saya fajri, kuliah di hubungan internasional universitas riau. saya sedang menulis skripsi tentang motivasi iran mengembangkan teknologi nuklir dibawah tekanan AS (2005-2007). Saya agak kesulitan menemukan teori akademik yang cocok. saat ini saya sedang menerapkan teori permainan (GAME THEORY) dengan kelas zero sum game dan permainan chicken. setelah saya cross check, kurang singkron. ada solusi? trims.

    Comment by fajri — August 27, 2007 @ 6:07 pm | Reply

  9. Pemimpin indonesia gagah doang belum ada yang bernyali sesuai naluri bangsa yang beradab, masih di setir kepentingan Barat dan AS

    Comment by dwi Yanto — September 29, 2007 @ 9:00 am | Reply

  10. hebat euy analisis nya,bisa jadi wakil Iran nih,mempersentasikan nya di AS.

    Comment by bram — October 2, 2007 @ 2:48 am | Reply

  11. BIARPUN ANDA MEMAPARKAN BUKTI TEORITIS, ANDA ADALAH ORANG YG TERTIPU. IRAN DAN AMERIKA PUNYA HUBUNGAN RAHASIA YG ANDA TIDAK TAHU. TIDAK MUNGKIN PENJAHAT DUNIA NOMOR 1 MELAWAN BUDAKNYA AS. ANDA PAHAM GA ? IRAN ADALAH OTAK KEJAHATAN DUNIA. ANDA MUNGKIN BINGUNG ATAU ANGGAP INI FITNAH KAN? GA APA2 . WASSALAM

    Comment by sejatilk — March 7, 2008 @ 10:24 pm | Reply

  12. aih…memalukan banged AS. indonesia juga bego,,,mau-maunya di perdaya AS, malahan bisa-bisanya mengkhianati saudara sendiri ma ma bangsa IRAN

    Comment by fa_ten — April 29, 2008 @ 8:07 am | Reply

  13. Indonesia butuh pemimpin yang tegas melawan ketidakadilan yang di pertontonkan AS dan konco-konconya..

    Comment by Dinar — May 13, 2008 @ 1:56 pm | Reply

  14. justru dengan hujatan seperti itu akan menguatkan pondasi dalam bernegara.dalam hidup tidak ada yang sempurna wajar jika bangsa lain heran melihat kemjuan bangsa iran
    trim budi

    Comment by budiono — July 23, 2008 @ 9:37 am | Reply

  15. hidup iran…………..
    modar AS…………

    Comment by budi — July 24, 2008 @ 5:08 am | Reply

  16. Mas sejatilk………..Koq, keliatan sekali sih kedok anda…. Orang Indonesia yang memakai Jubah salafi… jangan ngiri banget dengan kemajuan bangsa Iran nati bisa frustasi lho karena akan selalu kecewa berat dengan kemenangan kemenangan Iran hehe…. dasar wahabi sirik..Makan tu saudi budaknya Amerika.yang justru mendanai Israel untuk menumpas Hizbullah di Libanon dan hasilnya sekali anda harus kecewa

    Comment by Endang Bratajaya — August 5, 2008 @ 10:40 pm | Reply

  17. mamPus luh Bush…

    Comment by djul — September 22, 2008 @ 6:25 am | Reply

  18. i wants to kill you israel:'””:”‘
    i hates USAl’.’;;’;’;

    Comment by yanuar — February 11, 2009 @ 4:30 am | Reply

  19. kalau iran benar membela islam kenapa ia tidak meluncurkan roket seperti sadam yang melucurkan roket ke Israel.

    Comment by forlan — February 12, 2009 @ 3:16 am | Reply

  20. sekarang silahkan anda2 tentukan sendiri mana yang benar dan mana yang salah,,infonya bagus jga,,update trus ya..thanxs.

    Comment by dwi — April 22, 2009 @ 2:38 pm | Reply


RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: